MOSA 2016-2017

Mosa yang merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren matholi’ul anwar untuk memberikan pengenalan pondok kepada santri baru. Pengenalan ini meliputi pengenalan sejarah pondok, keluarga ndalem, kegiatan kegiatan dan peraturan yang ditetapkan dipondok pesantren matholi’ul anwar secara umum. Acara ini bertujuan agar santri mengenal pondok yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu serta bertujuan agar santri bisa menjalankan setiap kegiatan dengan pemahaman yang matang dan mengerti apa tujuan dia berada di pondok pesantren.


Mosa pada tahun ajaran 2016-2017 yang sebelumnya direncanakan di halaman mts putra-putri, namun karena cuaca kurang baik sehingga mendadak dipindahkan ke aula matholi’ul anwar. Panitia dalam menyiapkan tempat dimulai dari sekitar jam 4 sore atau selepas pembacaan sholawat burdah dan selesai tepat adzan maghrib. Tempat duduk ditata disebalah kiri untuk putra dan sebelah kanan untuk putri dengan dekorasi kita memanfaatkan banner mosa dua tahun yang lalu. Dan di depan panggung siap satu buah proyektor yang akan digunakan oleh pemateri dalam menyampaikan materinya nanti.

Acara diawali dengan pra acara yang dimulai pada pukul 19.20 wib dengan diisi oleh group banjari al azhar. Penampilan group banjara ini tampil dengan kurang maksimal dikarenakan ada kesalahan pada sound system yang mula-mula baik baik saja namun dilagu kedua suaranya mulai rusak. Sehingga sampai akhir panampilan group banjara kurang maksimal dalam membawakan lagu-lagunya. Dikarenakan para tamu undangan masih belom ada yang hadir sehingga acara kosong dalam beberapa menit. Tidak lama kemudian gus faishol salah satu keluarga ndalem hadir di tempat dan mc atas nama ahmad shobari segera membuka acara.

Acara yang mengundang seluruh keluarga ndalem ini hanya dihadiri oleh gus faishol, pak Abdurrahman, mas dzakir dan ustadz ali sebagai pemateri. Serta peserta yang terdiri dari santri putra komplek A sebanyak 157 dan santri putri komplek B, C, D, E dan F sebanyak 230 anak yang cukup membuat seluruh aula penuh tengan pakain putih dan putih hitam.

Susunan acara mosa yang dibacakan oleh mc dimulai dengan pembukaan, sambutan ketua panitia dan keluarga ndalem, nasyid az zuhri, materi “sejarah singkat pondok pesantren matholi’ul anwar dan pengenalan keluarga ndalem”, penampilan pidato Bahasa arab oleh santri putri kemudian doa serta acara ditutup dengan penampilan tari saman al masfiyah. Dalam sambutannya, gus faishol menghimbau agar seluruh santri kerasan tinggal di pondok. Dalam guyonannya beliau melontarkan kalimat yang sangat menggelitik “santri yang tidak kerasan silakan angkat tangan, nek ono tak idoni” begitulah guyonan dengan gaya khasnya.

Proyektor yang awalnya sudah bisa ternyata terjadi error saat mau digunakan ustadz ali dalam menyampaikan materinya. Sehingga terpaksa materi disampaikan tanpa menggunakan slide yang sudah disediakan oleh panitia dengan cukup sekedar memanfaatkan buku materi yang sudah dibagikan ke seluruh santri. Meski demikian santri masih dapat mengambil dan memahami materi yang disampiakan. Alvan salah satu santri putra mengatakan “materi materinya dapat saya ambil walaupun saya hanya dapat mengambil sedikit pelajaran dari materi yang diberikan. Dari materi saya dapat mengerti silsilah dari KH. Soefyan”

 Tari saman yang menjadi penutup dari acara mosa tahun ini menjadi penutup yang sangat bagus. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme santri putra dan putri dalam menyaksikan tarian saman yang dibawakan oleh as sufyani yang terdiri dari tujuh santri putri. “ yang menarik dan seru adalah group banjara, nasyid dan tari samannya” terang salah satu santri baru ketika ditanya oleh panitia.

Download Freewww.bigtheme.net/joomla Joomla Templates Responsive

Hubungi Kami

Lokasi